Seleksi Alam, Siapa yang Akan Bertahan?

"Kamu tidak akan pernah benar-benar mengerti betapa berharganya sesuatu sampai kamu kehilangannya"

Saya setuju dengan quote ini karena saya merasakannya. Apapun itu, dari yang berbentuk barang sampai yang tidak berwujud (perasaan).

Saya akan bahas tentang yang tidak berwujud. Dengan alasan apapun, ketika dua orang berpisah itu adalah keputusan bersama. Semakin sakit yang dirasa berarti semakin besar arti orang itu. Seberapa lama untuk menyembuhkan sakitnya, semakin lama berarti semakin dalam perasaan yang dimiliki.

"Ketika kamu mengikhlaskan sesuatu, maka akan mendapat ganti yang lebih baik"

Saya juga setuju dengan quote ini. Dalam hal ini, mendapatkan ganti bukan berarti hal serupa. Ketika mengikhlaskan suatu kesedihan, maka akan datang kebahagiaan. Ketika kita kehilangan satu cinta, maka bisa jadi kita mendapat seribu cinta bahkan dari orang-orang yang sering kita acuhkan. Dalam hidup ini, suatu keterpurukan, satu cambukan bisa membuka mata, hati, telinga seseorang. Memang yang harus dibayar itu sangat mahal, bisa dalam bentuk materi maupun rasa sakit seperti tercabik-cabik.

Saya memang pernah kehilangan seseorang yang saya cintai. Terpuruk? Sangat terpuruk bahkan hingga depresi. Tapi dalam hidup orang datang dan pergi. Ketika ia memilih pergi dari hidup saya, sekarang saya memilih bagaimana untuk tidak pergi dari kehidupan orang lain. Bersikap menerima dan terbuka terhadap lingkungan juga membantu kita menghadapi "pahitnya" hidup. Dari lingkungan inilah sumber-sumber kekuatan positif, kasih sayang, perhatian, dukungan, pengertian, dan tempat berbagi bisa kita gunakan untuk membuang segala energi negatif dalam diri. Tapi kita juga harus cermat dalam memilih pergaulan karena dengan siapa kita bergaul, seperti itulah kita terbentuk. 

Hidup tidak hanya untuk menyesali yang pergi, tapi hiduplah untuk menyambut siapa yang datang dan menghargai siapa yang bertahan.

0 komentar:

Post a Comment