Pengalaman Cek ke Dokter Kandungan (Obsgyn) di RS Harapan Bunda

Ini pengalamanku ke dokter kandungan (obsgyn) di RS Harapan Bunda. Inginnya sih untuk periksa kandungan, tapi belum dikasih rezekinya. Sudah setahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Kalau kami sih ya masih sabar aja, walaupun waktu beberapa bulan setelah pernikahan ya pedes juga denger pertanyaan “udah isi belom?”

Animasi reproduksi kewanitaan
(Source: freepik.com)

Kalau sekarang udah ikhlas aja, sabar, dan tetep ikhtiar tentunya.

Semua itu punya waktunya masing-masing
Itu yang aku percaya. Ngga akan telat atau kecepatan, semuanya akan pas pada waktunya. 

Sebenernya 3 bulan setelah menikah sudah sempat periksa ke dokter kandungan karena beberapa kali flek bahkan keluar darah seperti mens sehari setelah berhubungan. Dokter bilang normal karena ada perempuan yang hymen (selaput dara) nya tebal. Kemudian diperiksa organ wanita dan katanya seperti ada infeksi atau apa gitu kemudian disuruh datang lagi 3 minggu atau bulan depan untuk memastikan. Tapi karena sudah terlanjur parno jadinya ngga dateng hehe..

Sampai pada akhirnya 13 Juli 2020 mengalami flek lagi setelah berhubungan. Aku masih biasa saja, tapi ternyata keesokan harinya justru makin deras seperti sedang mens. Akhirnya tanggal 15 Juli, aku memberanikan diri untuk periksa ke RS Harapan Bunda.

Kenapa di situ? Karena tadinya nyari dokter perempuan, eh taunya ada jadwal tapi berhalangan praktek. Yauda karena udah terlanjur ke sana dan suami juga siang harus kerja, jadinya aku periksa sama dr. Bambang Binalawan.

Saat kami datang, beliau sedang ada tindakan dulu jadi kami harus menunggu sekitar satu jam. Awal konsul kami di edukasi tentang Covid19 detil sekali. Beliau menjelaskannya karena ada kaitan dengan kehamilan yaitu wanita hamil termasuk yang high risk jika terkena Covid19.

Setelah di edukasi, akhirnya masuk ke konsultasi. Aku jelaskanlah kondisi aku seperti yang di atas ku sebutkan, kemudian dibantu suster aku tidur di kasur untuk diperiksa dokter lebih lanjut. Kalau kata dokternya "diintip" bagian dalam vaginanya pake cocor bebek (speculum).

speculum dalam vagina
(Source: cancer.gov)

Kurang lebih seperti gambar di atas, hanya tanpa brush saja.

Gimana rasanya dimasukkan speculum? Huwoooww sakit...
Waktu pertama kali periksa itu benar-benar kaget, sakit juga. Ini periksa kedua kali juga masih sakit. Suster suruh atur nafas, entah karena panik, takut, sakit, wah jadi pusing tuh kepala. Terus kata dokternya, "kalau kamu gini ngga tahan, ngga bisa lahiran normal nanti"

Mak jleeebbb batinku...
Ku coba atur nafas dan akhirnya mendingan. Setelah diperiksa, kata dokter ada "sariawan" di bibir vaginanya dan ada luka juga makanya bleeding tapi belum tahu darimana karena tidak jelas tertutup darah. Pas di USG juga kata dokter seperti ada "sesuatu".

Setelah itu dikasih resep dan diminta hubungi dokternya saat mens hari pertama, supaya dijadwalkan untuk pemeriksaan lanjutan dan transvaginal.

Biaya Cek Dokter Kandungan RS Harapan Bunda

Berapa biaya cek ke dokter kandungan (obsgyn) di RS Harapan Bunda?

Berikut rincian biaya konsultasi dokter obsgyn di RS Harapan Bunda
  • Administrasi pasien baru : Rp 36.000,-
  • Administrasi poliklinik : Rp 50.000,-
  • Konsultasi dokter obsgyn : Rp 270.000,-
  • USG tanpa cetak : Rp 171.600,-
  • Sarung tangan remedi non steril : Rp 2.614,-
Kalau dibandingkan waktu periksa awal di klinik, jauh banget ya perbedaan biayanya.

Biaya Konsultasi Dokter Kandungan RS Harapan Bunda

Biaya Obat dari Dokter Kandungan RS Harapan Bunda

Untuk biaya obat bikin kantong kempes juga. Rinciannya bisa dilihat di gambar atas ya. Tapi baca-baca pengalaman orang lain kalau obat hormonal memang relatif lebih mahal.

Itu dia pengalaman aku check up di dokter kandungan RS Harapan Bunda. Semangat bagi para pasangan yang sedang promil! Semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki untuk kita semua. Aamiin

0 komentar:

Post a Comment